Berita 3 Hari Diburu, Akhirnya FI Berhasil Dibekuk

Selasa, 05 Maret 2019

Setelah berhasil melakukan aksi perampokan disertai pelecehan seksual di Kawasan Jalan RE Martadinata Balikpapan Tengah, FI (35) warga Baru Ulu Balikpapan Barat akhirnya dibekuk Unit Jatanras Polres Balikpapan dibantu dengan jajaran Polda Kaltim, Sabtu (2/3/2019) lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta saat menggelar Konferensi Pers di Mapolres Balikpapan, Selasa (4/3/2019).

Perlu diketahui, FI melakukan perampokan di rumah SH (45) warga Jalan RE Martadinata Balikpapan Tengah, Rabu (27/2/2019) lalu.

Dalam melakukan aksinya, FI tergolong nekat karena selain melakukan pembobolan rumah, ia juga melakban mulut dan memborgol tangan korban dan anak korban SN (10). Selain itu, ia juga melakukan pencabulan terhadap SN.

Saat melakukan penangkapan, Tim Jatanras yang dipimpin Iptu Musjaya bukan tanpa kendala menangkap pelaku.

FI mencoba melarikan diri saat ditangkap, sehingga polisi terpaksa melumpuhkannya dengan menembak kakinya. Timah panas pun bersarang di kaki kanan FI.

“Pada saat penangkapan, pelaku mencoba melawan petugas, berusaha kabur. Sehingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan, tak menyerah, petugas terpaksa mengarahkan ke kaki," beber Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta.

Dengan meringis kesakitan, FI berhasil diamanakan Polisi. Dan saat ia harus mendekam di sel Rutan Polres Balikpapan dengan kaki dibalut perban.

Adapun barang bukti yang turut diamankan petugas, di antaranya pisau dapur, 2 borgol besi, barang milik korban berupa HP samsung, perhiasan, helm, uang Rp539 ribu, sarung tangan, daster, penutup wajah, celana dalam penyumpal mulut korban, juga lakban yang digunakan untuk menutup mulut anak korban.

"Total kerugian korban sekitar Rp 5 juta," tambah AKBP Wiwin Firta.

AKBP Wiwin Firta menambahkan saat melakukan aksinya, pelaku seorang diri dan tidak ada pihak yang lain yang membantu. Namun masih didalami segala kemungkinan.

FI merupakan residivis dalam kasus kejahatan yang sama sekitar tahun 2004 lalu.

“Terkait tindakan pencabulan atau pelecehan seksual yang dilakukan pelaku terhadap korban, kami akan berikan pasal yang terberat. Dan lihat perkembangan penyidikan nanti,” pungkas Wiwin Firta.

IKM

Developed by ©
saffix
2019 - 2019